LINGGA, LPKAPNEWS.COM - Jalan di Pelabuhan Roro Penarik ini dibawah wewenang Pemerintahan Provinsi Kepri ini,  hingga detik ini tak kunjung dituntaskan pekerjaanya, paling tidak ada perbaikan. Padahal, sudah bertahun-tahun kondisi jalan ini di keluh Masyarakat, tidak juga ada respon dari Pemerintah setempat.

Namun, warga Kabupaten Lingga belum mendapat kabar baik dari Dinas PUPR Kepri, yang membenahi jalan ini.

Nasib tidak baik dialami pengendara di Pelabuhan Roro Penarik, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kondisi guyuran hujan deras, membuat jalan yang masih tanah kuning ini menjadi medan terjal bagi pengendara, Kamis (20/3/2025).

Terlebih bagi sopir, yang mengendarakan truk maupun pickup tidak bisa melewati jalan berbukit ini, yang sudah berlumpur.

Kendaraan mereka terpaksa terhenti, akibat jalan yang parah.

Akibat kondisi ini, para sopir harus rela menyewa alat berat untuk menarik kendaraan mereka yang sudah tak memungkinkan untuk melewati jalan.

Selain itu, mereka juga membenahi jalan tersebut, menggunakan alat yang disewa.

Salah seorang sopir truk, Anton, mengungkapkan kekecewaannya sama sopir lain, terhadap pihak yang bertanggungjawab atas perbaikan dan pemeliharaan jalan.

Keluhan yang tak mendapat perhatian, mereka terpaksa berinisiatif untuk membenahi jalan itu sendiri dengan menggunakan uang dari saku masing-masing, sebagai bentuk kekecewaan mereka.

“Bukan hanya kali ini saja, setiap hujan lebat mengguyur daerah sini, jalan akan menjadi berlumpur dan licin sehingga sulit untuk dilewati,” ujar satria.

Menurutnya, dengan kondisi jalan yang seperti ini, akan banyak pihak yang dirugikan terutama para sopir truk dan pikap.

Mereka yang mengejar target dalam bekerja harus menunggu lama di jalan.


Sehingga, target yang sudah direncanakan tidak dapat tercapai dan mereka menjadi rugi.

“Kami merasa sangat dirugikan dengan kondisi jalan yang seperti ini," imbuhnya.

Tidak hanya menimbulkan kerugian, kondisi jalan yang berlumpur dan licin jika dipaksakan untuk dilewati pengendara, akan sangat beresiko menimbulkan kecelakaan dan mengancam keselamatan.

“Dikuatir kemungkinan akan menakan korban jiwa jika hal ini terus-terusan dibiarkan begitu saja,” tambah Satria.

Mereka berharap, Pemerintah Provinsi Kepri (PUPR) bertanggungjawab terhadap perbaikan dan pemeliharaan jalan ini, agar segera melakukan tindakan untuk memperbaikinya.

(S, Satria)