YOGYAKARTA, LPKAPNEWS.COM – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan Mendiktisaintek Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto pada Rabu (19/3) di Kantor PP Muhammadiyah Jl. Cik Ditiro No. 26, Kota Yogyakarta.
Kunjungan Mendiktisaintek RI diterima secara langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir beserta jajaran PP Muhammadiyah yang lain, dan perwakilan dari Majelis Ditktilitbang PP Muhammadiyah.
Selain itu juga hadir beberapa rektor dan wakil rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-’Aisyiyah (PTMA), serta direktur rumah sakit Muhammadiyah yang ada di Yogyakarta.
Haedar Nashir menyambut hangat kedatangan Prof. Brian yang ditemani Wamendiktisaintek, Prof. Fauzan. Haedar mengapresiasi Prof. Brian yang mampu membangun komunikasi baik dengan banyak pihak, lebih-lebih dengan forum rektor.
Prof. Brian dipandang Haedar mampu untuk mengemban amanah sebagai Mendiktisaintek RI. Sebab selain di bidang akademik, Prof. Brian juga memiliki kemampuan dalam mengorganisasi karena sudah ditempa di Persyarikatan Muhammadiyah.
“Beliau juga dikukuhkan menjadi profesor di usia 43 tahun, dan layak menjadi menteri perguruan tinggi. Dan kemuhammadiyahannya sudah teruji,” katanya.
Hubungan Muhammadiyah dengan Prof. Brian menurut Haedar tidak sekadar relasi organisasi, tapi juga hubungan kebangsaan di mana Muhammadiyah memiliki concern yang tinggi di bidang pengembangan perguruan tinggi.
“Di mana kami dan PTMA saling berkontribusi untuk memajukan pendidikan bangsa,” katanya.
Melalui pendidikan tinggi, Haedar berharap kepemimpinan Prof. Brian dapat mengangkat indeks pembangunan manusia Indonesia. Sebab, saat ini peringkatnya tercecer dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN.
Ucapan terima kasih disampaikan Prof. Brian ke Muhammadiyah atas dukungan yang diberikan untuk bersama-sama memajukan dunia pendidikan Indonesia. Prof. Brian juga mengaku bahwa saat ini pendidikan tinggi masih banyak PR.
“Dengan itu kita mencoba untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikan Indonesia lebih baik,” katanya.
Sebagai seorang akademika yang memiliki passion di bidang penelitian, Prof. Brian mendorong supaya Muhammadiyah mendirikan pusat penelitian yang terintegrasi. Bahkan Prof. Brian sudah memilih nama yaitu Muhammadiyah Saintifik Empire.
“Saya memang perhatian di dunia penelitian ini memang kuat. Maka kami berharap kita bersama-sama mendorong kampus Muhammadiyah untuk memperkuat penelitian,” imbuhnya.
Melalui Muhammadiyah Saintifik Empire, Prof. Brian berharap penelitian yang dilakukan oleh civitas akademika PTMA lebih berkualitas dan saling bergandeng tangan untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki peneliti dari Muhammadiyah.
Ke depan ia mendorong dosen untuk memiliki kesadaran tentang penelitian yang tinggi, termasuk juga meningkatkan minat penelitian mahasiswa di perguruan tinggi. Selain itu beban administrasi dosen dapat dikurangi, (Redaksi)